DTOZYM Ampuh Atasi Sembelit, Bersihkan Usus, Penurun Berat Badan, dan Cegah Kanker Usus

foto besar dtozym

DTOZYMP_kecil

Tahukah Anda? “90% penyakit manusia berawal dari usus yang kotor dan tidak berfungsi dengan baik” (Sie arbuthnot lane, MD, london)

usus-bersih-dan-kotor

 

 

SOLUSI menjaga kesehatan usus Anda tetap sehat:
DTOZYM adalah minuman serbuk berserat tinggi dari ekstrak bahan pilihan dikombinasikan dengan enzim dan kultur probiotik yang membantu meningkatkan kesehatan saluran cerna.

Manfaat dan kandungan DTOZYM:
Saluran cerna merupakan salah satu bagian tubuh yang memegang peran sangat penting. Saluran cerna berfungsi menyerap sari-sari makanan untuk selanjutnya dikirimkan ke sel tubuh sehingga masing-masing organ tubuh bisa bekerja dengan optimal.

Saluran cerna manusia memiliki panjang kira-kira 6 kali tinggi tubuh atau lebih kurang 10 meter. Bayangkan dalam jangka panjang, saluran cerna kita akan dikotori oleh sisa-sisa makanan.

ANALOGI PIPA
Pipa air yang dialiri air selama bertahun-tahun sehingga berkerak pada dinding-dindingnya. Pipa yang lurus saja, bisa ada endapan lumut di dindingnya apalagi usus kita yang tidak rata dan banyak lekukan, pasti akan ada sisa kotoran yang menumpuk di dinding usus. Hal ini jika dibiarkan akan menyebabkan penyerapan nutrisi terganggu bahkan menyakit di usus seperti susah BAB, wasir, bahkan kanker usus.

Manfaat DTOZYM :
• Membantu membersihkan dan menjaga kesehatan organ pencernaan
• Meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus.
• Membantu meningkatkan kerja organ pencernaan dalam menyerap sari-sari makanan.
• Mengatasi sulit buang air besar (sembelit).
• Mencegah dan mengatasi gangguan saluran pencernaan.
• Membantu memenuhi mencukupi kebutuhan serat harian.
• Membantu mencegah kanker usus.

Isi:15 sachet @ 20 gram
Point Value (PV): 71 PV
BPOM RI MD 867028003341
Sertifikat Halal MUI

Saran penyajian:
– Tuangkan 1 bungkus ke dalam gelas, tambahkan 150 ml air dingin, aduk rata dan segera sajikan.
– Dianjurkan konsumsi 1 bungkus pada malam hari.
– Perbanyak minum air putih untuk membantu proses pencernaan.

UNTUK PEMBELIAN HUBUNGI:
DISTRIBUTION CENTER (DC) HWI B-147 Ciganjur:
Jl. M. Kahfi 1 No. 4A-B, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

atau

DISTRIBUTION CENTER (DC) HWI DC B-179 Pasar Minggu:
Jl. Raya Pasar Minggu No.3B, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Apabila domisili Anda jauh, kami siap melayani secara online via Whatsapp/Telp/BB/Email:
Telp: 0815 10991177, 0812 82359611
Whatsapp: 081510991177
PIN BB: 7C9C4F15 (ANA)

Kunjungi website UTAMA kami di www.hwijakarta.com dan www.produkhwi.info
Twitter: @HWIJakarta
Facebook: facebook.com/HWIJakarta

 dtozym foto2

Penyakit Usus

ususUsus adalah bagian dari sistem pencernaan yang bermula dari lambung hingga anus. Pada usus terdiri dari dua bagian: usus kecil dan usus besar (kolon). Pada usus kecil terbagi lagi menjadi duodenum, jejunum, dan ileum, sedangkan usus besar terbagi menjadi cecum, kolon, dan rektum. Secara makroskopis, usus halus dibagi menjadi duodenum, jejunum dan ileum yang kontinyu satu sama lain dan pada dasarnya mempunyai struktur histologis hampir sama.

Histologi
Lapisan-lapisan penyusun dinding usus halus mulai dari dalam ke luar lumen usus terdiri atas tunika mukosa, tunika submukosa, tunika muskularis, dan tunika serosa.

Tunika mukosa terdiri atas epitel, berbagai kelenjar dan jaringan penunjang. Epitel usus halus berbentuk epitel kolumnar selapis yang terdiri atas sel absortif, sel goblet, sel endokrin dan sel Paneth. Lamina propria terdiri atas jaringan ikat retikular dan fibroplastik yang longgar dan kaya pembuluh darah, buluh khil (lacteal), saraf, maupun otot licin.

Pencernaan di usus halus ditunjang oleh bentuk khusus pada tunika mukosa, yakni vili. Vili merupakan penjuluran mukosa yang berbentuk jari dan merupakan ciri khas usus halus. Tinggi vili ini bervariasi tergantung pada daerah dan spesies. Pada karnivora, vili langsing dan panjang, sedangkan pada sapi vili pendek dan lebar. Akhirnya, permukaan penyebaran ditingkatkan oleh mikrovili. Mikrovili merupakan penjuluran sitoplasma pada permukaan bebas epitel vili. Vili dan mikrovili berfungsi memperluas permukaan usus halus sehingga penyerapan lebih efisien.
Di antara dasar-dasar vili terdapat kelenjar-kelenjar yang meluas ke dalam bagian bawah mukosa yang disebut kripta. Sel-sel kripta menyediakan sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel permukaan vili yang terbuang ke dalam lumen usus.
Tunika muskularis terdiri atas lapisan luar yang mempunyai serabut otot longitudinal dan lapisan dalam yang

mempunyai serabut otot halus berbentuk sirkuler. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh suatu jaringan ikat berisi pleksus saraf parasimpatis yang disebut plexus Mienterikus atau Auerbach’s. Suplai darah untuk usus halus diberikan melalui cabang-cabang dari arteri mesenterica celiaca dan cranialis yang menembus tunika muskularis kemudian tunika submukosa.  Lapisan terluar usus halus atau tunika serosa terdiri atas lapis mesotel dengan jaringan ikat subserosa di bawahnya.

Peradangan Usus
Beberapa tanda terjadinya peradangan pada usus yaitu vili usus menjadi lebih panjang, dinding usus menebal, dan jumlah jaringan limfatik menjadi lebih banyak. Berdasarkan gambaran histopatologi, pada peradangan akut terjadi edema di lamina propia disertai infiltrasi leukosit dalam jumlah yang ringan dan didominasi neutrofil. Selain itu, ruang antar vili dan kripta menjadi lebih lebar. Pada infeksi kronis, infiltrasi sel radang didominasi limfosit dan sel plasma, serta penyebaran kripta menjadi lebih lebar karena berisi leukosit dan sel debris. Dalam beberapa kasus, dapat terjadi inflamasi akut dan kronis secara bersamaan disertai kematian jaringan, trombosis, dan mineralisasi.

Peradangan dapat menyebabkan terjadinya erosi dan ulser di usus. Istilah erosi digunakan untuk menggambarkan hilangnya epitel usus pada fokus tertentu tanpa disertai hilangnya muskularis mukosa. Sedangkan ulser digunakan untuk menggambarkan kerusakan epitel sampai muskularis mukosa atau bahkan lebih dalam lagi. Lesi ulser biasanya terjadi pada lapisan submukosa atau mukosa dan kadangkala disertai adanya edema. Pada tepi ulser biasanya terjadi hiperplasia epitel mukosa. Peradangan usus dapat disebabkan oleh bakteri, parasit, jamur (kapang dan khamir), virus, sistem autoimun, atau bahan toksik.  (Sumber: id.wikipedia.org)